Selama menjajah Indonesia, Belanda telah meninggalkan banyak warisan mulai dari infrastruktur, bahasa, kuliner, hingga budaya.
Warisan-warisan tersebut hingga kini masih dilestarikan dan bisa ditemui di beberapa wilayah di Indonesia. Salah satu yang masih ada dan bisa dijumpai adalah pohon asam Jawa (Tamarindus indica L.) yang berada di pinggir jalan Kota Semarang.
Sebagai salah satu daerah yang pernah berada di bawah kekuasaan Belanda, Semarang tak luput dari perhatian Belanda yang saat itu menjajah daerah ini. Kala itu, pada masa kolonial, cuaca Semarang terbilang panas sekali. Daerahnya yang beriklim tropis pesisir membuat mereka kurang nyaman dalam melakukan aktivitas, sehingga sering dikeluhkan orang Belanda yang tinggal di Semarang.
Melihat cuaca Semarang yang begitu ekstrim terutama saat musim kemarau, Belanda membuat kebijakan berupa penanaman massal pohon asam Jawa di sepanjang jalan. Banyaknya pohon asam Jawa yang tumbuh di pinggir jalan Kota Semarang bukan tanpa alasan. Selain karena filosofi, ada alasan lainnya yang menyebabkan pihak Belanda melakukan penanaman asam Jawa di sepanjang jalan protokol Semarang.
Alasan pertama yaitu aspek ekologi. Asam Jawa dikenal sebagai salah satu pohon besar dan lebat, daunnya mampu menyerap karbondioksida dan menghasilkan banyak oksigen. Hal ini berfungsi mengurangi polusi udara.
Selain itu, bagian akarnya yang besar dan kokoh juga mampu menyerap air dalam jumlah banyak. Menariknya, akar pohon asam Jawa itu meski besar, tumbuh di dalam tanah, sehingga tidak sampai mencuat keluar mengganggu akses jalan. Pohon Asam Jawa juga memberikan rasa teduh, sehingga membantu menurunkan suhu udara di sekitarnya. Dan pohon ini memiliki umur panjang serta mudah dalam perawatannya.
Alasan kedua yaitu aspek ekonomi. Selain sebagai peneduh, pohon asam Jawa dulu dimanfaatkan oleh Belanda karena bernilai ekonomis. Kayu dan buahnya dijadikan komoditas Belanda. Belanda memanfaatkan buah asam Jawa sebagai rempah-rempah untuk bahan masakan hingga obat-obatan. Selain untuk konsumsi, buahnya juga diekspor ke luar negeri.
Tahukah kamu, nama Kota Semarang konon berasal dari kalimat “Asem Arang- Arang” ini merujuk pada tumbuhnya banyak pohon asam Jawa yang berjarak di wilayah Kota Semarang. Menurut dulur jalan mana di Semarang yang paling banyak ditumbuhi pohon asam dan bikin betah nyantai ngelewatin nya? Tulis di kolom komentar ya!