Angkatan 90-an pastinya sudah hafal dengan es yang satu ini. Warnanya cantik dan rasanya yang unik membuat makanan ini disukai anak-anak. Jajanan jadul ikonik yang dulunya sering kita jumpai di depan sekolah, pasar, ataupun pedagang keliling ini, kembali mengingatkan kita pada kenangan masa kecil.
Es gabus saat ini kembali mencuri perhatian publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak influencer, food vlogger, hingga para artis mengulas kembali rasa es jadul yang bikin nostalgia. Di beberapa daerah, es gabus punya nama lain seperti es kue, es pelangi, es warna-warni dan lain sebagainya. Nama-nama tersebut dulunya populer digunakan untuk menyebut es ini.
Keberadaan es gabus kembali viral karena beberapa waktu lalu, bermula dari beredarnya video seorang penjual (es gabus) yang dituding menggunakan bahan berbahaya yakni spons, sebagai bahan dasar pembuatannya. Hal tersebut membuat publik geram dan berbondong-bondong ikut meramaikan berita tersebut hingga menjadi trending topik.
Padahal, jajanan jadul ini memang sedari dulu dikenal sebagai es unik karena bentuknya dan teksturnya yang mirip gabus atau spons. Makanan ini bahkan sudah eksis dan disukai oleh banyak kalangan sejak 1990-an, terutama digemari anak-anak.
Penamaan es gabus bukan tanpa alasan, hal tersebut karena makanan ini bertekstur layaknya gabus yang empuk. Warnanya juga cantik, dengan lapisan warna-warni menambah kesan visualnya semakin menarik.
Tekstur spons atau gabus dari es ini juga alami, akibat proses gelatinisasi tepung dan santan, jadi aman untuk dikonsumsi. Bukan dari spons atau styrofoam melainkan dari bahan-bahan dan cara pembuatan yang tradisional serta sederhana tanpa banyak drama. Bahan pembuatannya terdiri dari tepung hunkwe, santan, garam, gula dan susu yang dimasak hingga mengental lalu dibekukan.
Proses pembuatannya cukup sederhana yaitu:
1. Campurkan tepung hunkwe, gula pasir, garam, santan, dan susu kental manis. Aduk semua bahan tersebut secara rata. Kemudian bagi adonan menjadi 3-4 bagian ke dalam wadah terpisah, beri masing-masing pewarna makanan dan aduk rata.
2. Masak adonan secara bertahap hingga bertekstur padat. Lalu tuang adonan kedalam loyang yang sudah dialasi plastik atau sedikit basah agar tidak lengket sambil diratakan. Lakukan hal yang sama untuk tiap adonan hingga selesai dan membentuk seperti lapisan.
3. Kemudian, diamkan adonan hingga dingin di suhu ruang, lalu masukkan kedalam kulkas.
Mudah dan sederhana kan caranya? yuk yang belum coba es jadul gabus wajib coba dan rasakan nikmatnya es jadul yang sangat unik ini.