Sebuah lubang menganga dengan diameter sekitar 1 meter dan kedalaman 1 meter di Jalan Dr Wahidin, tepatnya di depan pintu masuk Dinas Pendidikan, Kota Semarang pada hari Minggu (22/2/2026) sekira pukul 20.40 WIB.
Tanah tersebut ambles, usai hujan deras mengguyur beberapa hari di Kota Semarang. Video terkait kejadian tersebut diunggah oleh akun instagram @kejadiansm pada hari Minggu (22/2/2026) malam.
“Ambles lur, lokasi di Jl Dr Wahidin depan pintu masuk Dinas Pendidikan Kota Semarang. Hati- hati yang melintas,” tulis akun @kejadiansmg.
Warganet pun ramai mengomentari unggahan tersebut, salah satu warganet mengaitkan dengan adanya sesar aktif di kota Semarang.
“Udah banyak titik jalan retak, ambles, patahan, berarti benar kalo Semarang dilewati sesar aktif ya. Mau di Ungaran juga daerah kalongan ada yang kaya gini,” tulis akun dewi.m.handayani.5.
“Pas abang ijo kaliwiru jalan nya juga kayak retak-retak dan nambah lebar dan njeglong kok medeni, (Di traffic light kaliwiru jalannya juga seperti retak-retak dan tambah lebar dan cekung kok seram),” tulis akun arizalmuchlis83.
Walikota Semarang, dengan akun resminya @agustinawilujengp, juga turut mengomentari unggahan tersebut, dan men tag pihak DPU Kota Semarang melalui komentarnya.
“Jalan Dr Wahidin merupakan jalan Nasional. Minta tolong @dpukotasemarang komunikasikan dengan pihak terkait ya,” tulis Agustina.
Meski tak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa, namun adanya lubang tersebut mengganggu akses menuju pemukiman warga di belakang gedung Dinas Pendidikan Kota Semarang.
Dikutip dari laman espos.id, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, menjelaskan kepada espos.id, dugaan awal kerusakan berkaitan dengan pertemuan dua jenis konstruksi saluran berbeda yakni box culvert dan buis beton, perbedaan bentuk tersebut menimbulkan rongga dan diduga terjadi rembesan yang membuat tanah terkikis.
Suwarto menjelaskan, kedalaman saluran sekitar tiga meter dari permukaan tanah, lubang tersebut kini tengah ditangani oleh pihak DPU Kota Semarang. Perbaikan akan dilakukan dengan memperkuat struktur crossing saluran agar tidak terjadi rembesan kembali.