Penulis : Eka Lestari
Selain untuk beribadah, masjid sering menjadi lokasi bagi calon pasangan dalam melangsungkan akad nikah. Bangunannya yang sejuk dan indah membuat siapa saja terpana.
Tahukah kamu, ternyata di Semarang terdapat masjid unik dengan arsitektur yang menarik? Beberapa arsitektur masjid di Semarang ini berbeda dari masjid pada umumnya.
Deretan masjid di Semarang tersebut, menampilkan perpaduan baik tradisional maupun modern yang berbeda dari umumnya, sehingga menambah keunikannya.
Masjid-masjid unik tersebut bahkan dijadikan sebagai tujuan wisata religi bagi sebagian orang ketika berkunjung ke Kota Semarang.
Tidak hanya memiliki nilai sejarah saja, tapi juga menawarkan daya tarik tersendiri berupa arsitektur yang khas hingga dijadikan alasan bagi beberapa kalangan untuk melakukan kunjungan.
Penasaran ? Berikut masjid dengan gaya unik dan berbeda yang bisa kamu temui di Kota Semarang.
1. Masjid Agung Jawa Tengah
Masjid Agung Jawa Tengah berlokasi di Jalan Gajah Raya, Sambirejo, Kecamatan. Gayamsari, Kota Semarang. Masjid ini dibangun pada tahun 2001 hingga selesai pada tahun 2006, masjid yang berdiri di atas lahan 10 hektar ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November tahun 2006.
Masjid Agung Jawa Tengah dikenal dengan gaya arsitektur yang megah dan areanya yang luas. Masjid ini mudah dikenali dari payung- payung besar mirip di Masjid Nabawi di Madinah yang menjadi ciri khas utamanya. Payung ini bukan sekedar hiasan, saat shalat Jumat atau sholat ied biasanya payung ini akan dibuka agar jemaah terhindar dari teriknya matahari.
Masjid ini mengadopsi gaya bangunan seperti yang ada di Timur Tengah yaitu desain yang mengkombinasikan gaya Arab, Eropa, dan juga Jawa.
Masjid Agung Jawa Tengah jadi salah satu ikon religius dan arsitektur megah di Kota Semarang yang tidak hanya digunakan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai objek wisata religi.
Pengunjung tidak dikenai tiket masuk, hanya perlu membayar untuk biaya parkir yaitu:
Sepeda Motor: Rp 2.000 - Rp 3.000. Mobil: Rp 4.000 - Rp 10.000. Dan Parkir Menginap: (ada biaya tambahan). Masjid Agung Jawa Tengah buka 24 jam setiap hari. Sedangkan jika pengunjung ingin masuk ke Menara Al-Husna dan museumnya, memiliki jam operasional dari pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB pada hari Sabtu-Minggu dan pukul 08.00 WIB hingga 17.30 WIB pada hari Senin - Jumat dengan biaya masuk Rp 10.000.
2. Masjid As Safinatun Najah
Masjid unik selanjutnya yaitu Masjid As Safinatun Najah. Lokasi Masjid As Safinatun Najah terletak di Jalan Kyai Padak, Kelurahan Podorejo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.
Masjid As Safinatun Najah punya keunikan karena berada di atas kapal, masjid ini punya bentuk mirip seperti kapal Nabi Nuh. Bangunan berwarna kuning kecoklatan ini, memiliki eksterior berbentuk kapal yang sekelilingnya terdapat kolam.
Bangunannya terdiri dari 4 lantai. Lantai pertama terdapat fasilitas umum yang bisa digunakan untuk keperluan pengunjung, seperti tempat wudhu, toilet umum, dan aula yang luas.
Kemudian pada lantai kedua, biasanya digunakan untuk ibadah sholat. Dan pada lantai ketiga dipergunakan untuk perpustakaan. Sedangkan untuk lantai empat merupakan area rooftop yang bisa dimanfaatkan pengunjung agar bisa menikmati pemandangan sekitar seperti sawah dan hutan sebagai spot berswafoto yang indah.
Jam operasional masjid ini mulai dari pukul 04:00 sampai 20:00 WIB, dengan tiket masuk Rp 3000. Dan biaya parkir untuk mobil RP 5000 dan motor Rp 3000.
3. Masjid Kapal Pesiar
Masjid ini berlokasi di Jalan Gunung Talang nomor 43, Kelurahan Bendan Duwur, Kecamatan Gajah Mungkur, Kota Semarang. Masjid ini memiliki desain yang sangat unik. Ketinggian dari Masjid Kapal Pesiar Akpelni mencapai 21 meter terdiri dari 4 lantai dengan bentuk bak kapal pesiar.
Masjid Jami Haji Soenarto ini merupakan masjid kapal pesiar di atas ketinggian yang terinspirasi Paul Gauguin Cruise Ship. Model bangunannya yang unik bak kapal pesiar (cruise ship) Paul Gauguin tersebut, merupakan bangunan masjid yang digunakan untuk sholat.
Masjid Jami Haji Soenarto ini memperlihatkan bentuk seperti kapal pesiar. Terdapat sentuhan maritim yang memang sengaja ditonjolkan, karena masjid ini berada di dalam kampus Politeknik Bumi Akademi Pelayaran Nasional (Akpelni).
Tujuan awal pembangunan masjid kapal tersebut untuk ibadah siswa dan pengajar politeknik, serta sarana edukasi taruna. Namun seiring berjalannya waktu, masjid ini dibuka untuk umum serta destinasi wisata religi.
4. Masjid Kontainer
Masjid kontainer terletak di Jalan MH Thamrin No.93, Pekunden, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Masjid ini sangat unik yaitu berbentuk kontainer.
Mengusung konsep industrial dengan bangunan yang berasal dari material peti kemas yang disusun sedemikian rupa. Kemudian potongan peti emas disusun lagi hingga membentuk sebuah kafe.
Masjid ini bernama asli Masjid Achmad bin Adenan, tapi lebih populer disebut masjid kontainer karena dibangun dari tumpukan kotak kargo dengan dinding pada bagian tengahnya hilang, untuk memperluas ruang.
Masjid Achmad bin Adenan ini dibangun di area sebuah kafe dengan tujuan agar pengunjung muda- mudi bisa menjalankan ibadah dengan nyaman sambil nongkrong di kafe. Arsitektur Masjid Kontainer sengaja didesain seperti itu, dengan harapan memancing minat generasi muda agar tertarik ke masjid.