Benteng Pendem Ambarawa atau benteng Willem l merupakan markas militer tentara Belanda pada masa lampau. Bangunan bekas kolonial dengan arsitektur khas Eropa ini menjadi salah satu situs bersejarah di Kabupaten Semarang.
Berlokasi di Jalan Benteng Dalam No. 1, Kupang, Ambarawa, Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Benteng ini menjadi salah satu saksi bisu bagaimana Ambarawa pernah digunakan sebagai pangkalan militer, pertahanan, sekaligus logistik oleh pihak Belanda di masa penjajahan.
Menurut beberapa sumber, Benteng Pendem Ambarawa dibangun pertama kalinya sekitar tahun 1834, yang kemudian dikenal dengan nama Benteng Willem I dan Benteng Pendem Ambarawa. Diketahui, Fort Willem 1 mengambil namanya dari Pangeran Willem-Frederick Vance dari Orange-Nassau (1815-1840), yakni raja Belanda.
Istilah Benteng Pendem sendiri berkaitan dengan bangunannya yang tak nampak, alias tertutup tanah. Kata "pendem" dalam bahasa Jawa artinya "di bawah tanah atau terkubur".
Bangunan yang pada masanya dijadikan basis militer ini, diketahui sudah berumur lebih dari 100 tahun. Meski sudah lama, benteng tersebut hingga kini masih berdiri kokoh dan populer menjadi tempat wisata.
Uniknya, setelah dilakukan revitalisasi tahun 2025, Benteng Pendem Ambarawa kini berhasil mengubah auranya menjadi tempat yang unik dan menarik.
Jika sebelumnya Benteng Pendem terkesan kurang terawat dan agak mistis, kini banyak perubahan yang membuat kita betah berlama-lama di sana. Seperti adanya area kuliner, jalur ikonik yang dirapikan, kafe cantik, dan pusat oleh-oleh di sekitarnya. Selain itu, arsitektur bersejarah ini dipercantik dengan warna putih bersih sehingga menjadi lebih indah.
Bagi warga Semarang, Benteng Pendem punya daya tarik tersendiri yang membuatnya selalu ingin dikunjungi, di antaranya :
1. Gaya arsitektur yang klasik
Bangunan yang dirancang sebagai tempat pertahanan pada masa kekuasaan Belanda ini, memiliki struktur dua lantai dengan tembok yang cukup kokoh dan tebal. Memiliki banyak pintu seperti halnya Lawang Sewu, bangunannya juga terbilang megah, terlihat dari jendela besar yang mengelilingi setiap sudutnya.
2. Pernah dijadikan sebagai tempat penjara
Bila pada masa kejayaan Belanda benteng ini digunakan sebagai markas militer, selanjutnya bangunan tersebut beralih fungsi sebagai penjara, yang menampung ribuan orang Eropa, di mana saat itu statusnya adalah tawanan perang pihak jepang.
3. Instagramable
Benteng Pendem Ambarawa bukan hanya terkenal sejarahnya yang panjang, tapi juga pesona arsitekturnya yang vintage. Banyak spot menarik yang bisa dijadikan background foto kekinian.
Seperti bangunannya yang megah dengan batu bata merah dan pemandangan sekitar yang indah. Terbaru, ada banyak koleksi mobil klasik yang akan membuat pengunjung semakin tertarik.
Jam operasional wisata ini pada hari biasa buka mulai pukul 08.00-21.00 WIB, dan pada akhir pekan buka mulai pukul 06.00-21.00 WIB.
Untuk harga tiketnya terbilang murah, pada hari biasa dikenai biaya hanya Rp10.000, sementara untuk akhir pekan dikenai biaya sebesar Rp15.000.
Pengunjung juga bisa memilih Tiket Terusan yang memberikan kita akses lebih luas (termasuk Galeri Mobil Antik), pada hari biasa: Rp18.000 dan akhir pekan: Rp23.000
Khusus Wisatawan Mancanegara:
Tiket masuk biasa: Rp25.000
Tiket terusan : Rp35.000
Benteng Pendem Ambara menawarkan banyak pengalaman menarik bagi pengunjung, selain mengenal sejarah, pengunjung juga dimanjakan dengan kawasan sekitar yang memiliki pemandangan indah serta berbagai hidangan khas dan cenderamata.