Beredar video di media sosial Instagram, sebuah truk pengangkut sampah dalam keadaan memprihatinkan melintas di Jalan Arteri Yos Sudarso.
Nampak dalam video yang diunggah oleh akun @semarangskyperject pada Kamis (10/4/2025), truk sampah melaju dengan kondisi bagian belakang plat bak pengangkut sampah yang berlubang, akibatnya sampah yang diangkut tercecer di jalanan.
“Please tolong budgeting management APBD lebih prudence, tepat sasaran, dan lebih berpihak pada kepentingan umum. Daripada beli mobil atau motor dinas, atau hal- hal lain yang urgensinya masih rendah sebaiknya alokasi anggaran digunakan untuk pembelian atau peremajaan truk/bak sampah. Tahun lalu sudah sempat Semarang Skyperject adukan kondisi truck sampah seperti ini kepada Pemkot Semarang/ dinas terkait, namun sayangnya tidak ditangani serius, terbukti walaupun udah busuk masih beroperasi sampai sekarang. Semoga pada era pemerintahan baru dibawah komando Walikota dan Wakil Walikota baru truck- truck dengan bak sampah yang sudah nggak layak ini bisa segera diganti baru. Masak ndak mampu??” Tulis akun @semarangskyperject dalam postingannya, Kamis (10/4/2025).
Dalam postingan tersebut, warganet banyak menyampaikan kekecewaan dan kemarahannya.
Dikutip dari laman kompas.com pada Jumat (11/4/2025), Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Arwita Mawarti mengonfirmasi bahwa truk dalam video tersebut merupakan milik pemerintah kota.
Menurutnya truk tersebut langsung ditarik dan dilakukan perbaikan di bengkel, pihaknya juga telah menegur driver karena kendaraan kontainer yang sudah rusak seharusnya tidak boleh dipakai. Hal ini karena kontainer yang bolong sangat beresiko, selain sampah yang tercecer di jalan, hal ini juga membahayakan bagi pengguna jalan lain.
Arwita juga mengatakan sementara pihaknya mengganti plat belakang, guna menjaga kelancaran pelayanan, karena jika menunggu pengadaan kontainer baru akan memakan waktu sekitar 75 hingga 90 hari.
Dinas Lingkungan Hidup mencatat sebanyak 44 unit kontainer akan diremajakan tahun ini, dan diklasifikasikan dari tingkat kerusakannya yakni berat, sedang dan ringan.
Menurut Arwita truk sampah dalam video termasuk dalam kategori rusak berat dan harus diutamakan perbaikannya dengan estimasi perbaikan selesai dalam seminggu.
Arwita juga menuturkan anggaran perbaikan 44 kontainer tersebut sebesar Rp 2,5 miliar, satu kontainer diperkirakan sekitar Rp 60 juta.