Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tertelungkup di dalam selokan depan Masjid Miftahul Huda di Jalan Siranda, Kota Semarang pada hari Rabu (24/9/2025) sekira pukul 12.00 WIB.
Video terkait penemuan mayat pria tersebut diunggah oleh akun @kejadiansmg pada Rabu (24/9/2025).
“Inalillahi, penemuan orang MD lur, lokasi di Jl Siranda depan Masjid Miftahul Huda. Korban laki- laki ditemukan di selokan. Saat ini sudah dalam penanganan jajaran kepolisian,” tulis akun @kejadiansmg dikutip pada hari Kamis (25/9/2025).
Dalam video tersebut nampak mayat pria dalam posisi tertelungkup di dalam selokan di depan Masjid, terpantau beberapa warga dan petugas kepolisian datang ke lokasi kejadian. Saksi pertama yang menemukan korban awalnya tengah berjalan untuk mencari rongsok, tiba di TKP saksi melihat adanya orang di dalam selokan dalam posisi tertelungkup. Usai dilihat, korban tak bergerak saksi kemudian memberitahukan kepada warga sekitar namun warga yang takut tak berani mendekat.
Saksi tersebut kemudian berinisiatif berjalan ke arah Kantor Biro Logistik Polda Jawa Tengah dan memberitahukan adanya mayat korban, tiga petugas kemudian mendatangi lokasi kejadian dan meneruskan ke INAFIS Polrestabes Semarang dan melakukan olah TKP.
Diketahui identitas pria tersebut yakni Supriyanto (50) warga Genuk Karanglo Rt 007/ 001 Kel. Tegalsari, Kec. Candisari, Kota Semarang.
Dikutip dari laman radarsemarang.jawapos.com pada Kamis (25/9/2025), diketahui sepeda motor korban terparkir di halaman masjid. Aktifitas terakhir korban juga sempat terekam kamera pengawas (CCTV), nampak korban berjalan di trotoar sambil menenteng bungkusan plastik diduga sampah.
Menurut salah satu takmir masjid, diduga korban terpeleset dan jatuh ke dalam selokan. Tetangga korban, Giarto mengatakan korban semalam tidak pulang kerumah.
Berdasarkan penuturan istri korban, korban terakhir memberi kabar keluarga sekitar pukul 04.00 WIB. Korban sehari hari bekerja sebagai petugas kebersihan di Telkom Pahlawan.
Korban juga sempat mengirim pesan kepada temannya bahwa dia tidak masuk kerja karena sakit.