Seorang warga Pedurungan Semarang berinisial A melaporkan 3 Youtubers dan 2 Tiktokers ke Polda Jawa Tengah (Jateng).
Pelaporan ini karena Youtubers dan Tiktokers tersebut menjadikan rumah A yang terletak di Jalan Abdurahman Saleh Nomor 156 sebagai konten konten horor. Diketahui rumah A memang sudah kosong dan tidak dihuni selama 7 bulan, kosongnya rumah A karena dia memilih pindah ke Pedurungan menuruti kemauan sang ibu.
A mengatakan rumah dua lantai tersebut hendak di jual dan sudah ada delapan orang yang berminat membelinya, namun karena konten konten horor yang beredar tersebut seluruh calon pembeli berubah pikiran.
“Saya pertama kali tahu 3 Mei 2024 di akun Tiktok Bangku Kosong TV. Saya kaget kk rumah saya ada kaya gini. Rumah saya dinarasikan rumah terbengkalai,” ucap A, Kamis (18/7/2024).
Setelah ditelusuri, A menemukan sebanyak lima konten horor di rumahnya yang diupload melalui kanal Tiktok dan Youtube.
Tak hanya menelusuri rumah A, bahkan ada konten kreator yang melakukan ritual jelangkung dan tidur beralaskan kain kafan di rumah pribadinya.
A mengaku kehilangan beberapa aset yang belum sempat dia pindahkan seperti AC, televisi, dan kalung emas milik ibunya. Para konten kreator tersebut juga mengacak- acak rumah A.
“Kamar ibu saya berantakan banget, meja di bagian tengah dihancurkan. Dua lemari etalase di dapur dirobohkan,” ungkap A.
Para konten kreator menyebarkan informasi hoax, mereka menarasikan rumah A telah terbengkalai selama 10 tahun, ada sosok perempuan yang kerap menampakkan diri, padahal sebelum tidak dihuni, rumah A ditinggali dalam kondisi baik. A juga rutin mengunjungi rumahnya setiap 2-3 pekan sekali.
Awalnya dia tidak mengetahui rumahnya berantakan disebabkan oleh para konten kreator tersebut. Setelah A mengumpulkan bukti bukti, A melaporkan 3 Youtuber dan 2 Tiktokers yang membuat konten horor tentang rumahnya ke Ditreskrimsus Polda Jateng pada 27 Mei 2024.
“Saya melaporkan mereka terkait penyebaran video hoaks, vandalisme, dan kehilangan aset. Mereka juga tidak izin ketika memasuki rumah saya,” pungkas A.