Sejak Stadion Jatidiri Semarang direnovasi oleh PUPR pada Desember 2023, PSIS Semarang masih menjadi musafir musim ini, Laskar Mahesa Jenar ini berpindah homebase ke Stadion Moch Soebroto di Kota Magelang.
CEO PSIS, Yoyok Sukawi mengungkap, pihaknya masih melakukan komunikasi dengan pihak Kementerian PUPR agar Stadion Jatidiri bisa kembali digunakan PSIS pada Liga 1 2024/2025, kabarnya paling lambat PSIS dapat kembali ke Stadion Jatidiri pada November 2024.
“Kita terus komunikasi dengan PUPR, kita memohon supaya bisa segera kembali ke Jatidiri. PUPR masih ada beberapa perbaikan seperti toilet dan lain sebagainya. Target kita sih, selambat- lambatnya November bisa segera dipakai lagi supaya bisa dipakai mengejar ketertinggalan,” ucap Yoyok saat hadir di sesi latihan PSIS, Jumat (11/10/2024).
Yoyok juga turut memberikan motivasi kepada para pemain agar tetap menjaga semangat selama menjadi tim musafir.
“Memang berat kalau bermain sebagai tim musafir. Apalagi latihan kita jauh sampai ke mranggen. Terus mainnya di Magelang, capek pasti. Itu turut memengaruhi performa dan ini saya terus motivasi, supaya mereka tetap semangat, tetap fokus memberikan yang terbaik untuk PSIS,” terang Yoyok.
Disisi lain, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIS Semarang, Agung Buwono, menjelaskan masih ada beberapa kendala teknis yang harus diselesaikan, salah satunya adalah kondisi rumput yang baru mencapai 65 persen dari target kelayakan.
“Kondisi rumput saat ini belum rata, masih ada bagian yang kelihatan pasir. Namun, dari kontraktor menargetkan pada akhir bulan ini progresnya bisa mencapai 90 persen dan bisa dipakai kalau sudah 90 persen,” jelas Agung, Jumat (11/10/2024).
Selain rumput, instalasi kabel VAR di tribun barat juga mengalami kendala. Pemasangan gawang dan perbaikan unit AC di kamar ganti juga masih menjadi Pekerjaan Rumah yang harus segera diselesaikan.
“Akses instalasi kabel masih buntu, tapi kami sedang mencari solusinya. Kami juga tengah berkoordinasi dengan pihak balai terkait dengan target November nanti stadion bisa digunakan,” imbuh Agung.
Agung mengatakan, pihaknya bersama kontraktor dan Kementerian PUPR tengah menyiapkan tahap Pra Provisional Hand Over (PHO) sebagai salah satu prosedur penting dalam penyelesaian proyek.