Pembangunan jalan Tol Demak- Tuban dipastikan akan tetap berlanjut. Pemerintah pusat dikabarkan akan segera melelang proyek tersebut di tahun 2025 ini.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kementerian PUPR, proyek tol Demak- Tuban bukan termasuk salah satu tol yang dihentikan oleh Presiden Prabowo. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi C DPRD Kudus Rochim Sutopo.
“Insyaallah tetap lanjut sesuai rencana,” kata Sutopo, Selasa (14/1/2025).
Sutopo mengatakan proyek tol Demak- Tuban akan terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama yakni Demak- Rembang sepanjang 93 km akan masuk tahap konstruksi pada tahun 2026- 2027 dengan target beroperasi pada tahun 2028. Sedangkan sesi kedua Rembang- Tuban sepanjang 87 km, tahap konstruksi akan dilakukan pada tahun 2030- 2031 dengan target operasi pada 2032.
Menurut Sutopo, status perkembangannya saat ini telah terbit persetujuan KKPR dari Kementerian ATR/BPN pada tanggal 20 Mei 2024, yakni persetujuan Analisa Dampak Lalu Lintas (Andalalin) pada tanggal 1 November 2023.
Penyusunan kelengkapan untuk pengajuan persetujuan lingkungan serta revisi basic design sesuai masukan DJBM juga telah dilakukan.
“Jadi progresnya tetap berjalan dan semoga sesuai dengan rencana,” ujar Sutopo.
Tol sesi I Demak- Rembang akan melintas di wilayah kabupaten Kudus, berdasarkan peta yang dipaparkan Kementerian PUPR, ruas tol ini akan melewati tiga kecamatan yakni Undaan, Mejobo, dan Jekulo.
Di wilayah Kudus juga akan dibangun simpang susun di wilayah Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan (STA 23+600) dan Kabupaten Pati (STA 47+500).
“Simpang susun di Kudus dirancang untuk terhubung dengan Jalan Lingkar Kudus, yang diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan konektivitas di wilayah tersebut,” ungkap Sutopo.
Guna mewujudkan Tol Demak- Tuban tersebut, dibutuhkan dukungan dari Pemerintah Daerah diantaranya adalah memastikan kesesuaian proyek jalan tol dengan rencana pengembangan daerah. Dukungan dalam proses pelaksanaan pembebasan lahan dan berpartisipasi dalam pelaksanaan investasi dan/atau pembisyssn konstruksi dan pembebasan lahan.
Proyek tol ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antar kota dan antar provinsi, yang diharapkan dapat mendukung perekonomian dan mempercepat mobilitas barang dan orang.