Setelah normalisasi Sungai Beringin, kini pemerintahan Kota Semarang akan menormalisasi Sungai Plumbon yang penjadwalan pembebasan lahannya akan dimulai pada Desember 2024. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerintah Kota semarang untuk mengatasi banjir di Kota Semarang khususnya di Kecamatan Tugu.
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengungkapkan hahwa anggaran untuk menormalisasikan Sungai Plumbon sudah disediakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan total dana yang digelontorkan sekitar Rp 170 miliar.
“Meskipun anggarannya sudah tersedia, kami masih menunggu proses pembebasan lahan,” jelas Mbak Ita, Senin (21/10/2024).
Menurut Ita, Pemkot Semarang akan mendapatkan dukungan dari kementerian untuk mempercepat penggarapan proyek tersebut, ia optimis pembebasan lahan akan terselesaikan pada Desember hingga lelang untuk normalisasi sungai Plumbon dapat dilakukan awal tahun 2025.
“Desember kita pastikan bisa rampung, karena sudah ada bantuan dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Kementerian PUPR untuk anggaran pembebasan lahan,” jelas Ita.
Mbak Ita juga meminta kepada pemangku wilayah untuk melakukan antisipasi dengan pembersihan gulma dan pengangkatan sedimentasi sembari menunggu pembebasan lahan.
Kegiatan serupa juga telah dilakukan di Sungai Sringin dan Tenggang di Kecamatan Genuk.
“Saya minta pak camat agar melakukan pembersihan gulma dan sedimentasi. Di Genuk, Alhamdulillah setelah hujan deras selama tiga jam, tidak ada genangan,” terang Ita.
Selain menormalkan sungai Plumbon, pihak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang dan BBWS telah melakukan penguatan pada beberapa titik tanggul yang rawan jebol di Sungai Plumbon yang memisahkan dua kelurahan yakni Mangunharjo dan Mangkang Kulon.
Camat Tugu Abdul Haris menjelaskan, terdapat 40 bidang tanah di Mangkang Kulon dan 270 bidang tanah di Mangunharjo yang sudah didata untuk mendapatkan ganti untung dari pembebasan lahan.