Mutasi Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar mengundang beragam reaksi masyarakat, salah satunya Kuasa Hukum keluarga PNS Bapenda Semarang, yang menjadi saksi kasus dugaan korupsi di tubuh Pemkot Semarang Paulus Iwan Boedi Prasetijo, Yunantyo Adi Setiawan. Menurut Yunantyo, kasus Iwan Boedi yang masih belum terungkap jadi utang Irwan selama menjabat Kapolrestabes Semarang.
Sudah dua tahun lebih sejak kasus hilangnya Iwan Boedi yang hilang sehari sebelum memberikan kesaksian soal dugaan korupsi di tubuh Pemkot Semarang kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng, 24 Agustus 2022 silam.
Yunantyo menyayangkan Irwan yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolrestabes Semarang digeser sebelum menuntaskan kasus Iwan Boedi, menurutnya hal ini adalah hutang besar seorang Kapolrestabes Semarang.
“Kepindahan Pak Irwan ini meninggalkan satu PR besar sampai beliau pergi itu kasus ini juga belum terungkap,” kata Yunantyo, Jumat (3/1/2025).
Yunantyo menilai hingga saat ini, pihak keluarga belum melihat atensi dan niat Irwan untuk mencari pelaku dibalik kematian tragis Iwan Boedi di kawasan Pantai Marina dua tahun lalu.
“Saya tidak melihat belakangan beliau punya cukup atensi atas kasus ini. Mungkin atensinya ke hal lain, kami berharap Kapolrestabes yang baru punya leadership kepakaran, dan keberanian untuk bisa mengungkap kasus ini kalau memang termyata pelakunya adalah orang yang ber-power,” ujar Yunantyo.
Yunantyo mewakili keluarga korban, mengaku kecewa dengan kinerja Irwan yang belum mampu mengerahkan timnya untuk menuntaskan kasus Iwan Boedi.
“Intinya kita anggap Pak Irwan sampai dengan beliau meninggalkan Polrestabes, boleh kita nilai sebagai kinerja yang gagal. Kegagalan beliau memimpin Polrestabes dalan mengungkap kasus ini, kita ada kekecewaan dengan kinerjanya, sampai beliau meninggalkan Polrestabes kasus ini tidak berhasil dia ungkap,” tegas Yunantyo.
Dimintai konfirmasi, Irwan enggan menanggapi pernyataan Yunantyo. Dia meminta supaya ditanyakan ke Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Artanto.
“Tanya ke Kabid Humas ya,” kata Irwan melalui pesan singkat.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jateng, Kombes Dwi Subagio mengatakan, pihaknya masih terus melakukan investigasi terkait kasus tersebut bersama jajaran Polrestabes Semarang.
“Jajaran reskrim Polda dan Polrestabes masih terus berupaya ungkap kasusnya,” jelas Dwi.