Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar dimutasi. Polri merotasi sejumlah perwira menengah (pamen) di tubuh kepolisian, salah satunya Kombes Irwan Anwar. Menanggapi mutasi tersebut, keluarga korban penembakan Aipda Robig, Gamma (17) mengaku puas.
Diketahui sebelumnya, keluarga Gamma sempat mendesak polri untuk mencopot Irwan dari jabatannya lantaran dinilai menutup- nutupi fakta terkait kasus penembakan Gamma oleh anggota Sat Resnarkoba Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin.
Kuasa Hukum keluarga Gamma, Zainal Abidin, mewakili keluarga merasa senang atas pencopotan jabatan Kapolrestabes Semarang tersebut. Diketahui Irwan telah dimutasi sebagai Kalemkonprofpol Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri melalui Surat Telegram bernomor ST 2776/XIII/Kep/2024.
“Alhamdulillah kami merasa senang. Kami merasa plong,” ucap Zainal di Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan, Senin (30/12/2024).
Menurut Zainal, tindakan Irwan yang mendatangi keluarga Gamma pada Senin (25/11/2024) usai Gamma meninggal akibat peluru yang dilepaskan Aipda Robig merupakan hal yang salah dan harus dievaluasi.
“Setelah (Gamma) meninggal dunia, dia (Irwan) mendatangi keluarga bersama seorang oknum wartawan supaya masalah ini tidak dibesar- besarkan dan diikhlaskan, kalau diikhlaskan kan agar pidannya berkurang, mungkin tidak akan dipecat itu pelakunya. Menurut saya, perilaku dari Kapolrestabes Kombes Irwan itu tidak benar,” terang Zainal.
Zainal mewakili keluarga Gamma sudah seringkali menyampaikan tuntutan ke Polri untuk mencopot Irwan Anwar dari jabatanya. Menurutnya, dengan dicopotnya Irwan, dapat membuat kasus Gamma lebih transparan.
“Pantaslah kalau dia dicopot atau digeser, yang penting kami minta jangan sampai menjadi Kapolrestabes lagi,” tegas Zainal.
Meski telah digeser ke STIK, pihaknya mengaku akan tetap melaporkan Irwan atas tindakannya.
“Karena ketidak profesionalitasannya itu kan perlu dilaporkan oleh Propam, walaupun dia sudah dilepas jabatannya dari Kapolrestabes, supaya polisi ke depan itu lebih hati- hati, lebih profesional, kan harus diluruskan. Kalau kerja yang benar, yang benar atau tidak itu nanti ya di Div Propam,” jelas Zainal.
Kakek sekaligus juru bicara keluarga Gamma, Subambang, mengatakan akan berkoordinasi dengan para ahli untuk kemudian melaporkan Irwan ke Mabes Polri.
“Nunggu fix-nya, mencari info kepada ahli ITE ini apakah keterangan Kapolrestabes itu keterangan dapat dilaporkan tidak. Kita harus hati- hati, harus hati- hati supaya tidak salah,” terang Subambang.
Terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Artanto membantah mutasi Irwan merupakan imbas dari kasus tersebut.. Mutasi pamen hanya merupakan penyegaran di tubuh Polri.
“(Imbas kasus penembakan?) Tidak. Rotasi ini adalah bagian dari penyegaran. Tour of duty, tour of area, itu dalam satu organisasi adalah hal yang wajar untuk penyegaran dan meningkatkan kinerja personel maupun organisasi, dan hal itu juga termasuk pengembangan karir yang bersangkutan,” jelas Artanto.
“(Irwan mau naik jabatan?) Insyaallah kalau demikian kita doakan bersama semoga yang mutasi naik jabatan,” pungkas Artanto.