Kecelakaan antara sebuah mobil pribadi dengan dua sepeda motor terjadi di Jalan Abdulrahman Saleh, Semarang Barat tepatnya di depan Burjo Kota Kalibanteng pada Rabu (3/12/2025) sekira pukul 22.40 WIB.
Pengendara mobil seorang perempuan diduga WNA yang menabrak dua pengendara sepeda motor, sempat mengamuk dan menolak diamankan oleh pihak kepolisian usai kejadian. Videonya viral di media sosial instagram akun @kejadiansmg.
“Kecelakaan tadi malam di depan Burjo Kota Kalibanteng. Kecelakaan melibatkan mobil dengan motor. Pengemudi mobil Honda creta seorang wanita gak bisa Bahasa Indo, setelah menabrak motor ngamuk-ngamuk gak jelas. Sudah diamankan jajaran Kepolisian,” tulis akun @kejadiansmg.
Nampak dalam video seorang perempuan berbaju hitam dengan agresif berusaha memukul dan meraih seorang laki- laki driver online, nampak beberapa warga berusaha melerai dan menghalangi sang perempuan agar keributan bisa mereda.
Tak sampai disitu, saat hendak diamankan oleh pihak kepolisian sang perempuan kembali berulah dengan berteriak dan berusaha melawan petugas.
Dikutip dari laman radar semarang pada Kamis (4/12/2025), diketahui perempuan WNA tersebut bernama Wu Lili, dia tinggal di hotel Gapura Anjasmoro.
Wu Lili menabrak dua pengendara sepeda motor yakni Honda Beat warna hitam yang dikendarai oleh korban mahasiswa Putri DT (22) warga Semarang Barat, dan Honda PCX warna merah yang dikendarai korban Mei RD (21) warga asal Kabupaten Pemalang.
Menurut Kasubnit 1 Gakkum Polrestabes Semarang, Iptu Novita Chandra, akibat kecelakaan tersebut korban Putri DT meninggal dunia akibat luka pada dada meski sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Samsoe Hidayat. Sedangkan korban Mei RD mengalami luka- luka.
Menurutnya, pengemudi Hyundai Creta diduga dalam pengaruh minuman keras atau beralkohol saat mengendarai mobilnya dari arah jalan Suratmo menuju Kalibanteng. Sesampainya di lokasi kejadian mobil oleng ke kanan dan menabrak dua pengendara sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan.
Kini, Wu Lili tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Unit Laka Lantas Polrestabes Semarang untuk kemudian diproses hukum.