Unjuk rasa di Kota Semarang yang dilakukan para mahasiswa dan pelajar yang digelar berentetan sejak tanggal 24 Agustus 2024 hingga Senin 26 Agustus 2024 diwarnai kericuhan.
Bentrok antar massa aksi dengan pihak kepolisian tak terelakan, usai mahasiswa menjebol gerbang kantor DPRD Kota Semarang pada Sabtu (24/8/2024), kericuhan demonstran pada Minggu (25/8/2024) disusul massa aksi yang menjebol gerbang kantor Balaikota Semarang pada Senin (26/8/2024).
Awalnya aksi unjuk rasa dilakukan guna menolak Revisi UU Pilkada, kini massa aksi menuntut digulingkannya Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dari jabatannya.
Situasi demonstrasi pada hari Senin (26/8/2024) awalnya berlangsung damai, hingga menjelang sore hari terpantau ada massa beratribut pelajar masuk ke kawasan demonstrasi di komplek Balaikota Semarang.
Massa aksi sempat beristirahat pada waktu maghrib dan sebagian melaksanakan shalat berjamaah di Jalan Pemuda, usai beristirahat massa kembali menuju gerbang Balaikota.
Pihak kepolisian sempat meminta massa untuk pulang pada pukul 18.00 WIB melalui pengeras suara, mempersilahkan massa aksi untuk kembali berdemonstrasi esok hari bila dirasa aksi unjuk rasa hari ini belum cukup.
“Ya sekarang pulang dulu, besok kalau mau datang lagi enggak apa- apa kalau belum puas,” kata polisi melalui pengeras suara.
Tak lama berselang, kericuhan terjadi, bentrok antar massa aksi dan polisi tak terelakan, massa sempat melempari batu dan kayu ke arah polisi, untuk memecah kericuhan polisi memukul mundur massa menggunakan gas air mata dan beberapa orang diamankan pihak kepolisian.
Massa aksi berhamburan hingga masuk ke pelataran Mall Paragon Semarang, dari informasi yang beredar ada dua mahasiswa yang harus dilarikan kerumah sakit menggunakan ambulance akibat bentrokan Senin malam.