Seorang bocah kelas 5 SD yang sempat dilaporkan hanyut di Sungai Wangun, Rejosari, Karangawen pada Minggu (7/12/2025) pagi, kini telah ditemukan.
Berita terkait dengan hilangnya korban Ali R (11), diunggah oleh akun Instagram @bertasemaranghariini.
Dikutip dari akun instagram @beritasemaranghariini pada hari Kamis (11/12/2025), diketahui Kejadian ini bermula ketika korban pergi memancing bersama dengan tiga temannya di sungai.
Dua rekan korban pulang lebih dulu meninggalkan Ali dan satu teman lainnya di tepi aliran air sungai.
Menurut penuturan teman korban, korban sempat turun ke sungai, namun tiba-tiba terpeleset dan terseret arus sungai sementara itu temannya yang tinggal menunggu di atas hanya bisa melihat tanpa tahu harus bagaimana, hingga akhirnya panik dan memutuskan untuk pulang.
Warga dan keluarga yang mengetahui kabar tentang korban usai mendengar penuturan rekan korban, mulai mencari dan menyusuri di sekitar aliran sungai Wangun namun hasilnya nihil.
Tim SAR gabungan yang mengetahui informasi mengenai hilangnya korban, segera melakukan operasi pencarian.
Dikutip dari akun Instagram @kantorsar_semarang pada Kamis (11/12/2025), pada hari kedua pencarian korban masih nihil tim SAR dibagi menjadi dua tim, dengan arah pencarian SRU 1 melakukan penyisiran dari LKK menuju Jembatan Rel Cabean sejauh 2 km, SRU 2 menyisir dari jembatan Rel Cabean menuju Jembatan Suling sejauh 1,5 KM. Operasi pencarian hari kedua masih belum membuahkan hasil.
Operasi dilanjutkan keesokan paginya dengan memperluas area pencarian, pada hari ketiga perencanaan pencarian bermula dari jembatan Suling ke jembatan Tlogo Punden Arum sejauh 1,5 km, SRU 2 dari jembatan Tlogo Punden Arum ke arah Tajem Sari Tegowanu sejauh 2 km. Pencarian hari ketiga masih belum membuahkan hasil.
Hingga pada hari keempat, yakni Kamis (11/12/2025), tim SAR berhasil menemukan korban di Bendungan Guntur. Korban ditemukan sejauh 7 km dari titik awal hilang.
Sejak hari Minggu (7/12/2025) tim SAR gabungan mengalami berbagai kendala saat operasi pencarian korban, cuaca yang terus hujan pada sore hari hingga debit air yang meningkat, arus deras sungai dan keruhnya air menjadi penghambat dalam proses pencarian korban.
Kini Jenazah korban telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan.
Dihimbau kepada warga untuk terus mengawasi putra- putri tercinta, himbau anak- anak untuk tidak bermain di aliran sungai maupun aliran air lain yang mungkin dapat membahayakan ketika hujan turun dan debit air meningkat, untuk menghindari kejadian serupa.