Portal yang terpasang di jalur Ngaliyan guna membatasi kendaraan berat dengan ketinggian maksimal 3,4 meter kembali roboh tertabrak pada hari Senin (10/8/2026) sekira pukul 10.30 WIB.
Foto terkait kejadian tersebut diunggah salah satunya oleh akun Instagram @kejadiansmg, dalam unggahan tersebut tampak portal dengan cat hitam kuning tersebut miring di sisi kanan dari arah Pasar Jerakah. Arus lalu lintas tampak padat merayap dalam foto tersebut.
Sebagai informasi, tercatat sebanyak empat kali portal di wilayah Ngaliyan roboh tertabrak sejak dipasang pada bulan April 2026 lalu.
Dikutip dari laman detik.com pada hari Selasa (11/8/2026), Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang rencananya bakal mempertimbangkan untuk menggeser titik pemasangan portal.
Dody Febrianto, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional Dishub Kota Semarang, mengatakan kepada detik, bahwa portal tersebut, tertabrak truk dari arah Jakarta yang hendak menuju kawasan KIC pada hari Senin (10/8/2026) pukul 10.00 WIB.
Pengemudi truk yang mengikuti arahan Google Maps belok ke kanan Jalan Prof Hamka dalam kecepatan agak tinggi dan tidak berkonsentrasi sehingga menabrak portal hingga roboh.
Menurut Dody, pihak Dishub kini tengah melakukan survei lokasi titik baru pemasangan portal dengan jalan yang agak lebar, sehingga truk bisa lebih mudah putar balik. Ia menegaskan, pihaknya telah memasang rambu lalu lintas di jalan, namun pengemudi luar Jawa belum paham akan adanya portal tersebut.
Dishub juga bakal memasang lampu pada portal agar lebih terlihat pada malam hari, serta menyiagakan personel di simpang jalan menuju jalan Prof Hamka agar kejadian serupa tak terulang.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Semarang, Mulyadi juga mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Google Maps agar pihaknya bisa mendapatkan akun sehingga dapat mengendalikan lalu lintas via aplikasi.
Mulyadi juga menjelaskan, pihaknya menerapkan sanksi kepada pihak pengemudi atau perusahaan agar memperbaiki portal tersebut sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.