Coba deh duduk santai dan pejamkan mata sebentar, kita ingat dan rasakan kembali bagaimana suasana ramadhan jaman dulu. Sore yang hangat dengan hembusan angin yang menenangkan, anak- anak berlarian bebas di jalanan kampung dan lapangan yang hijau dengan rerumputan.
Kaum milenial pastinya masih ingat betul bagaimana vibes ramadhan semasa kecil. Meski sudah bukan era kita lagi, tapi kenangannya masih terpatri.
Banyak sekali memori indah yang dilakukan tempo dulu saat bulan suci ramadhan tiba. Bukan tentang makanan nya, tetapi suasana dan kebersamaannya. Merindukan suasana ramadhan dulu tidaklah salah, hal itu adalah perasaan umum yang bisa dirasakan siapa saja, terutama oleh mereka angkatan 80-90 an.
Minimnya teknologi dan belum adanya gadget di masa lalu, membuat anak-anak hingga remaja banyak menghabiskan waktu ramadhan bersama-sama.
Salah satu momen ikonik yang dilakukan adalah membuat petasan tradisional dari bambu yang disebut meriam bambu/long bumbung.
Long bumbung sendiri terbuat dari bambu tua tebal yang dilubangi, lalu diisi dengan minyak tanah atau karbit, kemudian disulut menggunakan api yang nantinya mengeluarkan bunyi keras.
Biasanya, permainan ini dimainkan anak-anak atau remaja menjelang sore hari mendekati waktu berbuka. Bisa dikatakan hampir setiap hari, long bumbung dimainkan. Meski, pembuatannya alami dan sangat sederhana, namun long bumbung bisa menghasilkan suara kencang dan menggelegar.
Long bumbung menjadi pertanda bulan ramadhan telah tiba dan memeriahkan suasana ramadhan selama sebulan penuh. Long bumbung sebagai permainan tradisional khas ramadhan jaman dulu menjadi simbol kreativitas dan keberanian anak-anak di masa lalu.
Permainan ini selain menguji kreativitas juga sekaligus mengajarkan kerjasama. Kini, keberadaan long bumbung sudah jarang ditemukan baik di desa maupun di kota. Long Bumbung, masih bisa kita temui di Lereng Gunung Merbabu dan Merapi dan Desa Gabus, Sragen.
Meski begitu, permainan tradisional ini akan selalu dikenang. Selain karena unik, juga ada kehangatan emosional tersendiri bagi mereka yang pernah mengalaminya.
Siapa nih yang masih ingat suasana permainan Long Bumbung tiap sore di lapangan desa? Atau ada yang masih bisa membuat long bumbung lur? Yuk tulis di kolom komentar pengalamanmu!