Seorang remaja berusia 17 tahun berinisial FSP nekat masuk kedalam sumur di samping rumahnya di Kampung Kuripan, Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang pada hari Selasa (27/1/2026) sekira pukul 09.30 WIB.
FSP nekat melakukan aksinya karena tak mau dibawa ke rumah sakit jiwa, video penyelamatan FSP begitu menegangkan dan mengharukan, FSP baru berhasil di evakuasi oleh tim pemadam kebakaran kota Semarang usai tujuh jam kemudian.
Video penyelamatan FSP diunggah oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti dalam akun instagramnya @adebhakti, ditinjau pada hari Rabu (28/1/2026).
"FYI: Sumur kedalaman 16 meter, posisi panji 6 meter dari bibir sumur, ketinggian air kurang lebih 10 meter dari dasar sumur, panji menahan bobot tubuhnya mengandalkan dorongan kaki & punggung ke dinding sumur selama 7 jam," terang Ade dalam kolom komentar unggahannya.
Dalam unggahan tersebut, diketahui berbagai upaya mulai dari menerjunkan anggota tim untuk membujuk FSP di dalam sumur, bujukan oleh petugas medis, hingga bujukan oleh sang ayah dan adik FSP. Moment penuh haru terekam saat ayah FSP menangis sambil terus membujuk anaknya agar mau dievakuasi dan berhenti melawan petugas rescue.
Dikutip dari laman kumparan.com, diketahui FSP mengalami gangguan jiwa sejak SMP (Sekolah Menengah Pertama), kejadian ini bermula saat orang tua FSP memanggil dokter puskesmas setempat untuk memeriksa kondisi FSP.
Menurut Ponirah, nenek FSP kepada kumparan.com, cucunya lari saat tahu ada dokter yang datang, meski sudah dipegang oleh bapaknya, namun cucunya berhasil lepas dan ditemukan sudah berada di dalam sumur.
Lurah Wonolopo, Rina Sugimurwani menjelaskan, FSP sudah beberapa hari menerangkan tidak minum obat karena kehabisan obat, sehingga ia hendak dibawa ke RSJ untuk kontrol dan mendapatkan obat.
Petugas Kelurahan bersama dokter puskesmas lalu mendatangi rumah FSP, namun FSP kabur dan ditemukan di dalam sumur tersebut. Rina juga menjelaskan awalnya FSP dievakuasi oleh warga namun mengalami kesulitan karena sumur berdiameter 80 sentimeter dan berat badan FSP yang mencapai 100 kilogram dan akhirnya meminta bantuan petugas Damkar.
Setelah tujuh jam, FSP akhirnya berhasil dievakuasi dengan metode mengisi sumur dengan air dari unit kendaraan damkar sehingga tubuhnya terangkat ke atas dan memudahkan evakuasi oleh tim Damkar. Rencananya FSP akan dibawa ke rumah sakit jiwa guna menjalani pengobatan.