Ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Semarang menggelar aksi unjuk rasa evaluasi dua tahun kepemimpinan Prabowo Gibran di depan kantor Gubernur Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang pada hari Kamis (22/10/2026) sekira pukul 16.00 WIB.
Massa aksi sempat berkumpul di depan Universitas Undip Pleburan kemudian berjalan bersama ke Jalan Pahlawan, kelompok mahasiswa membawa sejumlah poster, ada yang bergambar orang utan dan wajah Presiden Prabowo dan Wakilnya Gibran, ada pula poster bertuliskan “If we burn you burn with us” sebagai bentuk desakan untuk penanganan kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Indonesia.
Massa aksi juga sempat membakar poster-poster tersebut di depan gerbang Gedung Gubernuran, sekitar pukul 17.00 WIB massa kemudian bergerak ke arah Tugu Tunas. Pihak kepolisian sempat menyekat massa yang hendak menuju Simpanglima.
Dikutip dari laman Detik.com pada hari Jumat (23/10/2026), Perwakilan dari PMK RI Cabang Semarang, Ramanda Bima mengatakan kepada detik, mereka membawa lima tuntutan dalam aksi tersebut.
Tuntutan tersebut yakni;
Bima menjelaskan aksi mereka untuk menyambung dan membersamai gerakan yang ada di Jakarta dan akan menyuarakan lagi di momen Sumpah Pemuda pada 28 Oktober mendatang.
Bima juga menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pemulihan wilayah terdampak bencana di berbagai daerah di Indonesia dan meminta pemerintahan segera mengambil langkah konkret.
Aksi massa masih berlanjut hingga petang, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Roy Hardi Siahaan turun langsung menemui para mahasiswa dan menyampaikan apresiasi atas aksi unjuk rasa yang berlangsung tertib serta mengurai massa agar tak memblokade jalan di Simpang Lima sehingga masyarakat masih bisa melintas.