Mayat seorang pria bernama Puguh (40) warga Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, ditemukan mengapung di Sungai Kedungsiling, perbatasan Kecamatan Gunungpati- Kecamatan Mijen pada Minggu (28/4/2024) sekitar pukul 07.26 WIB.
Polisi menemukan sejumlah bukti awal, bahwa Puguh adalah korban pengeroyokan yang terjadi di wilayah Kecamatan Mijen, Kota Semarang.
Kapolsek Mijen Kompol Agung, menjelaskan penemuan korban berawal dari seorang penjala ikan yang hendak menjala pada pagi hari menemukan jenazah di sungai kemudian melaporkan ke pihak kepolisian.
Saat ditemukan, posisi korban tengkurap dengan kepala masuk kedalam air. Mendapati laporan penemuan mayat, pihak polisi segera bergegas ke TKP bersama dengan Tim INAFIS Polrestabes Semarang.
“Korban dievakuasi dan dibawa ke RSUP dr.Kariadi untuk visum luar,” lanjutnya.
Berdasarkan penelusuran dan olah TKP, Polisi berhasil mengamankan satu pelaku pengeroyokan dari total tiga pelaku. Atas nama Sutrisno alias John Tris (30) warga Desa Tlogo, Jatibarang, Mijen beserta satu buah sajam (pisau bergagang kayu) yang diduga digunakan untuk menusuk korban.
Dua orang pelaku lainnya yakni Winardi alias Chongyang dan Arif masih diburu polisi.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar menjelaskan, kasus pengeroyokan tersebut terjadi di Warung Tuak milik pak Muhaimin di Desa Kaligetas, Jatibarang, Mijen pada Sabtu (27/4/2024) sekira pukul 13.45 WIB.
Modus operandi yang dilakukan pelaku adalah dengan memukul bersama- sama dengan tangan kosong dan diduga juga dilakukan penusukan.
“Kejadian tersebut dipicu karena adanya perselisihan anttara pelaku dan korban setelah bersama- sama minum- minuman keras, lalu pelaku Sutrisno mengeluarkan sajam jenis pisau,” ungkap Irwan, Senin (29/4/2024) dalam keterangan tertulis.
Setelah pengeroyokan tersebut, korban melarikan diri dan menceburkan diri ke Sungai dan ditemukan pada Minggu (28/4/2024) pagi.