Seorang anak tega menganiaya ibu kandungnya sendiri hingga meninggal dunia. Korban bernama Salamah, warga Gunungsari, Jombang, Kecamatan Candisari, kejadian tragis ini terjadi pada Selasa (18/2/2025) sekira pukul 23.15 WIB.
Tidak ada yang mengetahui secara pasti bagaimana penganiayaan tersebut terjadi, namun tetangga korban sempat mendengar teriakan minta tolong dari dalam rumah korban.
Dikutip dari jawapos.com pelaku, Imam Ghozali alias IG ternyata memang tempramental dan sudah sering menganiaya orang tuanya jika tidak diberi uang.
Moh Ghozali, ayah pelaku mengaku, anaknya kerap marah dan ngamuk ketika permintaannya tak dituruti sang ibu, dirinya juga pernah menjadi sasaran kemarahan anaknya dan diancam akan dibunuh.
“Sebelum peristiwa ini malah saya yang mau dibunuh, sudah sempat menodongkan sajam ke saya tapi saya tangkis,” ungkap Moh Ghozali, Rabu (19/2/2025).
Menurutnya, Imam memang anak yang ‘kemaki’.
“Anaknya (pelaku) memang adigung, kemaki, suka marah- marah, mengamuk. Tidak hanya sekali dia sering kali,” tutur Moh Ghozali.
Kejadian penganiayaan tersebut terjadi saat Moh Ghozali tengah bekerja sebagai juru parkir di Jalan Pandanaran, Semarang dan hanya ada istri serta pelaku di rumah. Ia tak menyangka, penganiayaan kali ini hingga mengakibatkan nyawa sang istri tak terselamatkan.
Dia mendapat kabar kejadian tersebut dari anak sulungnya yang sudah tinggal tak serumah.
Menurutnya, belakangan Imam memang ribut soal harta warisan, rumah yang ditempatinya diminta pelaku untuk dijual. Padahal kedua orang tuanya masih hidup.
“Kerjanya cuma minta uang, pengangguran. Terakhir- terakhir lagi minta rumah ini buat dijual tapi nggak dibolehin,” ujarnya.
Moh Ghozali mengaku geram dan resah akan perilaku anaknya, bahkan ia meminta jika pelaku tertangkap untuk dihakimi massa saja. Menurutnya hukuman penjara tak cukup untuk menebus dosanya.
“Saya pengennya kalau ketangkap dimassa saja, nggak usah dihukum, dipidana karena percuma,” pungkas Moh Ghozali.
Menurut Ketua RT setempat, Rohmat W mengatakan pelaku memang dikenal berandal dan kasar. Pelaku juga sering cek cok dengan orang tuanya dan sering dilerai namun kembali terulang.
Rohmat mengatakan penganiayaan tersebut terjadi saat warga tengah melakukan kerja bakti di lingkungan mereka. Mendengar teriakan korban, warga kemudian mendatangi sumber suara dan menemukan korban berlari keluar rumah dan roboh di teras rumahnya.
Melihat kejadian tersebut, warga membawa korban ke rumah sakit Romani Semarang namun nahas nyawa korban tak dapat diselamatkan. Usai kejadian pihaknya kemudian berkoordinasi dengan pihak RW dan kepolisian.
Hingga kini pihak kepolisian masih memburu Imam Ghozali yang melarikan diri usai menganiaya ibunya.
“Iya anggota sedang dalam penanganan, mohon waktu. Jelasnya. Belum (belum tertangkap). Penanganannya di Polrestabes Semarang,” jelas Kapolsek Candisari, Iptu Rudi Izam, Rabu (19/2/2025).