Kecelakaan melibatkan sebuah mobil merk Toyota Innova berwarna putih dengan tiga sepeda motor terjadi di Jalan Dr Wahidin, Kecamatan Candisari, Kota Semarang pada hari Senin (2/2/2026) sekira pukul 17.15 WIB.
Video terkait kejadian tersebut diunggah oleh akun instagram @informasi.semarang, ditinjau pada hari Selasa (3/2/2026). Dalam unggahan tersebut nampak tiga sepeda motor mengalami kerusakan parah di depan sebuah spanduk bertuliskan angkringan pak puji, sebuah mobil berwarna putih juga mengalami kerusakan di bagian pintu penumpang dan bagian depan mobil.
"Terjadi kecelakaan sebuah mobil Toyota Innova menabrak 3 motor dan angkringan, lokasi kejadian di Jl Dr Wahidin depan Superindo. Belum diketahui kondisi dan jumlah korban, namun informasi yang didapat bahwa pengendara mobil masih di bawah umur dan sempat menjadi amukan massa," tulis akun @informasi.semarang.
Dikutip dari laman detik.com pada hari Selasa (3/2/2026), diketahui istri dari salah satu pemilik motor yang rusak akibat tertabrak mobil tersebut, yakni Fenia (27) mengatakan kepada detik, berdasarkan cerita sang suami, pada sore itu sebuah mobil dari arah Selatan menyalip kendaraan agak kencang hingga keluar jalan, hingga kemudian menabrak angkringan dan tiga motor yang terparkir di depan angkringan.
Fenia mengaku lega sang suami selamat dan pada saat kejadian suaminya tidak sedang duduk diatas motor. Menurutnya sepeda motor yang ditabrak oleh mobil tersebut milik suaminya, motor milik teman suaminya dan motor pemilik angkringan, ketiga pemilik motor tersebut langsung mendatangi Polsek terdekat bersama pengemudi mobil.
Warga sekitar bernama Suryo, mengatakan kepada detik, pada saat dirinya mendatangi lokasi kejadian, orang- orang sekitar mengatakan bahwa yang menabrak adalah anak kecil, dirinya mengaku tak tahu persis, namun berdasarkan keterangan warga lainnya pengemudi melaju kencang saat menyalip, tidak ada amukan massa yang terjadi.
Kapolsek Candisari, Iptu Rudi juga mengatakan hal senada, pihaknya telah menangani kejadian tersebut, menurut Rudi, kedua belah pihak, antara korban dengan pengemudi sudah berdamai dengan mengganti seluruh kerugian materiil yang dialami oleh para korban akibat kecelakaan tersebut.
Rudi juga mengatakan, pengemudi masih berstatus pelajar SMA dan belum memiliki SIM, dia juga membenarkan tidak ada amuk massa yang terjadi pada saat itu. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
Memberikan fasilitas yang cukup tentunya merupakan bentuk kasih sayang orang tua kepada anak, namun pemberian fasilitas ini harus diberikan dengan tepat. Memberikan fasilitas kendaraan pada saat anak masih dibawah usia legal, akan sangat berisiko bagi keamanan anak serta orang lain. Hal ini karena pada usia di bawah legal, anak belum bisa sepenuhnya mengontrol emosi dan belum bisa sepenuhnya mengendalikan kendaraan dengan baik, mari bersama menjaga keselamatan anak kita, dengan tidak memberikan fasilitas kendaraan sebelum usia legalnya.