Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi/ mempengaruhi siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi anda yang membutuhkan bantuan medis terkait kesehatan mental dapat mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat atau hubungi call center 24 jam Halo Kemenkes 1500- 567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan dan saran masyarakat.
Ramai diberitakan kasus bunuh diri mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Diponegoro Semarang yang diduga akibat mengalami perundungan.
Diketahui korban berinisial ARL ditemukan tewas di dalam kamar kos di kelurahan Lempongsari, Semarang pada hari Senin (12/8/2024) sekira pukul 23.00 WIB, dan terungkap bahwa korban meninggal karena obat penenang yang ia suntikan sendiri ke tubuhnya.
Di dalam kamar kos korban juga ditemukan sebuah buku diary yang menceritakan beratnya menjadi mahasiswa kedokteran dan menyinggung urusan dengan seniornya, diketahui sebelum mengakhiri hidupnya korban sempat bercerita pada sang ibu tentang tekanan yang dia rasakan.
Atas kejadian ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta adanya pusat trauma dan kesehatan mental bagi dokter yang sedang menjalani pendidikan dan spesialis.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Moh Adib Khumaidi, mengatakan pihaknya menghormati proses hukum terkait kasus tewasnya mahasiswi PPDS Undip tersebut. Pihaknya menekankan pentingnya pendampingan mental.
“PB IDI menghormati proses penyelidikan yang masih berlangsung oleh aparat yang berwenang. Sementara itu, kami ingin menekankan pentingnya dukungan kesehatan mental selama pendidikan,” terang Adib, Kamis (15/8/2024).
Pihaknya mendorong pembentukan Pusat Trauma dan evaluasi kesehatan mental berkala untuk memastikan mahasiswa yang tengah menjalani pendidikan kedokteran dan spesialis menerima dukungan dan perawatan yang diperlukan.
Kemenkes memutuskan untuk menghentikan kegiatan prodi Anestesi di RSUP dr Kariadi dan melakukan investigasi demi mengungkap kasus tersebut. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan demi mendalami kasus ini.