Curahan hati Fanny Soegi baru- baru ini menuai empati masyarakat, bagaimana tidak, dalam akun media sosial X (Twitter) miliknya Fanny ex vokalis band soegi bornean itu menceritakan kepahitan selama berada dalam band tersebut.
Mulai dari perihal royalti untuk pencipta lagu Asmalibrasi yang sangat hits, hingga dirinya yang harus tetap manggung dengan kata- kata menyakitkan di momen 7 hari ia kehilangan sang ibunda tercinta.
Dalam cuitannya Fanny juga mengaku pernah ingin mengakhiri hidup karena merasa sendirian tanpa bapak dan ibunya.
“Rasanya sakit hati banget dan harus kehilangan Ibuk di waktu yang bersamaan. Pernah ada di satu titik aku mau mengakhiri hidup karena betul- betul sendirian, tanpa Bapak & Ibuk. Perlakuan kalian nggak akan aku lupakan se- umur hidup.Kalian laki- laki patriarki, korup, betah isin (tidak tahu malu).” Tulis Fanny dalam akun X, Minggu (8/9/2024).
Menanggapi cuitan Fanny, Band Soegi Bornean melakukan klarifikasi melalui akun instagramnya @soegiborneanmusik, dalam postingannya mereka mengatakan bahwa ada hal yang menurut mereka kurang pas dan tidak sesuai realita atas cuitan Fanny di akun X nya.
Mereka mengatakan bahwa pembagian royalti Asmalibrasi sudah sesuai dengan nominal yang disepakati dan Fanny juga terlibat dalam keputusan pembagian royalti tersebut, mereka menyatakan siap apabila diperlukan rekonsiliasi royalti dengan ahli.
Menanggapi management yang tidak sehat, mereka menyatakan bahwa Fanny merupakan bagian dari management, sehingga selalu dilibatkan dalam pengambilan keputusan, mereka juga mengatakan bahwa segala transaksi keuangan juga dikelola oleh kekasih Fanny yakni YA.
Band Soegi Bornean nampak menjelaskan banyak hal terkait cuitan yang Fanny unggah dalam akun X nya. Hal ini pun mendapatkan beragam tanggapan dari warganet termasuk Fanny sendiri.
“Kalian percaya?” Tulis Fanny dengan akun @fannysoegi.
“Tombol lebih percaya Fanny,” tulis akun @holarudyy.
“Nama dipatenkan HAKI, jadi kalau keluar harus berurusan haki kalau masih pakai nama soegi, kata- kata seolah- olah keputusan bersama, ah itu kan gatau dalamnya gimana, gimana desakan kalian dsb.. jelas banget dari bahasa klasifikasinya cen pancen (memanglah) Patriarki,” tulis akun @nousgaleri.