Hari Buruh diperingati tiap tanggal 1 Mei, hari tersebut diperingati dengan aksi demonstrasi oleh berbagai aliansi buruh di penjuru kota di Indonesia, salah satunya di kota Semarang.
Pada Kamis, 1 Mei 2025 kemarin, para demonstran menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Awalnya aksi berjalan dengan damai dan kondusif sebelum akhirnya berubah menjadi kericuhan antar kelompok berbaju hitam dan petugas kepolisian pada pukul 17.00 WIB.
Kericuhan ini bermula dari sekelompok orang berbaju hitam dan mengenakan masker yang mencoba memasuki Gedung Gubernur Jateng. Terpantau dari video unggahan akun instagram @kejadiansmg, kelompok berbaju hitam dengan anarkis merusak pagar tanaman yang berada di Jalan Pahlawan.
“Demo di Gubernuran Keos,” tulis akun @kejadiansmg pada Kamis (1/5/2025).
Nampak dalam video, kelompok berbaju hitam tersebut menyalakan petasan, bahkan salah satu nya nampak membawa besi panjang entah untuk tujuan apa, ada pula seorang berbaju hitam yang memprovokasi petugas dengan gerakan tak senonoh di depan pagar Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Pihak kepolisian mengerahkan anggota menggunakan sepeda motor hingga mobil Brimob berpencar untuk melakukan penertiban, massa aksi anarkis tersebut kemudian bubar pada pukul 18.00 WIB
Dikutip dari laman detikjateng.com, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto menyayangkan tindakan anarkis yang dilakukan kelompok berbaju hitam tersebut.
“ Polri mendukung penuh kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, namun harus dilakukan dengan tertib dan damai. Tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum serta membahayakan orang lain adalah pelanggaran hukum dan tidak dapat ditoleransi,” tegas Artanto dikutip pada Selasa (2/5/2025).
Artanto mengatakan sebanyak 14 orang diperiksa buntut kericuhan yang terjadi, jika terbukti melakukan tindak pidana, mereka akan memproses hukum orang yang terlibat dalam aksi anarkis tersebut.
Koordinator Jaringan Aliansi Buruh Jawa Tengah (ABJat), Aulia Hakim turut menyayangkan kericuhan yang terjadi, menurutnya aksi demonstrasi yang aliansi buruh gelar berjalan lancar dan damai, perwakilan buruh juga diterima masuk ke dalam gedung untuk menyampaikan aspirasi mereka kepada Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi. Usai menyampaikan aspirasi, aliansi buruh dari berbagai kota tersebut membubarkan diri sore hari sebelum kerusuhan terjadi.
“Kami merasa ya sangat menyayangkan dan mencederai juga hari buruh kok gitu. Image masyarakat yang kurang paham kan muncul Hari Buruh kok seram,” tutur Aulia kepada detikjateng.com