Hujan deras disertai angin yang melanda kota Semarang dan sekitarnya sejak Rabu (29/1/2025) hingga Kamis pagi (30/1/2025) menyebabkan beberapa pohon tumbang di Kota Semarang.
Tak hanya pohon tumbang, menara Masjid Agung (Masjid Al Mabrur) Kabupaten Semarang yang terletak di Kecamatan Ungaran Timur ambruk akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut sejak kemarin.
Wakil Ketua Takmir Masjid Agung Kabupaten Semarang, Abdul Kholiq Rifai menjelaskan, bahwa menara tersebut berfungsi sebagai hiasan ciri khas masjid tersebut, selain menjadi hiasan menara yang ambruk juga berfungsi sebagai penangkal petir saat hujan deras melanda wilayah sekitar.
“Kejadian ambruknya menara ini tadi pagi, sekitar jam 05.00 WIB karena saat itu angin berhembus sangat kencang di wilayah Ungaran Timur ini,” terang Kholiq.
Menurut Kholiq, tidak ada tanda- tanda yang dapat memprediksi ambruknya menara tersebut. Beruntung menara rubuh itu tidak mengenai jamaah masjid.
“Kami bersyukur, menara yang ambruk ini tidak sampai jatuh di bawah dan mengenai jamaah yang ada di sekitar masjid ini, karena robohnya masih di atas atap masjid ini,” tutur Kholiq.
Kholiq mengatakan, ambruknya menara tersebut membuat ciri khas Masjid Agung Kabupaten Semarang hilang.
“Tentu ciri khas dari Masjid Agung Kabupaten Semarang ini hilang ketika salah satu dari empat menara ini roboh karena terkena hembusan angin yang kencang. Oleh karenanya kami akan segera memperbaiki sehingga nantinya tidak akan merembet ya untuk kerusakannya,” jelas Kholiq.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang, Alexander Gunawan Tribianto, mengatakan bahwa seluruh relawan yang bertugas sudah menurunkan menara masjid yang ambruk itu.
“Sudah langsung kami evakuasi menara yang roboh ini, kemudian tempat bekas menara yang roboh ini kami juga sudah tutup dengan terpal untuk sementara waktu supaya tidak ada kebocoran di dalam masjid ini,” terang Alex.
Alex mengatakan bahwa selama hujan disertai angin kencang masih turun, BPBD Kabupaten Semarang terus menyiagakan tim relawan untuk berjaga apabila terjadi bencana alam.
“Kami siagakan 24 jam relawan kami dari BPBD untuk mengantisipasi sekaligus melakukan evakuasi secara cepat dan tepat disaat bencana alam ini terjadi beberapa hari ini hingga beberapa hari kedepan,” pungkas Alex.