Viral di media sosial instagram video detik- detik seorang pengemudi ojol (ojek online) dilindas oleh mobil Rantis Barracuda Brimob dalam demo pada Kamis (28/8/2025) malam di Kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Akibatnya, korban meninggal dunia meski sempat dilarikan ke RSCM Jakarta.
Peristiwa ini mengundang kemarahan publik, dalam video yang beredar, mobil rantis melaju dengan kencang ke arah demonstran, terkesan ugal- ugalan. Korban Affan Kurniawan (21) yang tak sempat menghindar pun dilindas, mobil rantis sempat berhenti sejenak namun bukannya mundur agar korban bisa diselamatkan, justru mobil kembali melaju tanpa ampun menggilas tubuh yang tak berdaya di bawah mobil dengan berat maksimal 12 ton tersebut.
Sebagai informasi Rantis Barracuda adalah kendaraan taktis lapis baja yang telah digunakan oleh Korps Brimob Polri sejak awal tahun 2000-an. Dikutip dari laman metrotvnews.com pada Jumat (29/8/2025) mobil yang dirancang oleh Hanwha Defense asal Korea Selatan ini memiliki kemampuan perlindungan balistik tinggi, tahan peluru kaliber 7,62 mm sekaligus mobilitas di berbagai Medan ekstrem.
Tentunya rakyat tak memiliki senjata dengan peluru kaliber 7,62 mm tersebut, apalagi jalanan Jakarta yang cukup mulus tak mengharuskan pihak kepolisian untuk melajukan kendaraan taktis bak di medan perang.
Dikutip dari laman detiknews.com, usai kejadian sebanyak 7 anggota Brimob Polda Metro Jaya yang berada dalam kendaraan tersebut telah diamankan dan kini menjalani pemeriksaan di Kwitang, Jakarta Pusat, hal ini disampaikan oleh Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim di RSCM, Jakarta pada Jumat (29/8/2025) dini hari.
Ketujuh anggota polisi tersebut berinisial Kompol C, Aipda M, Bripka R, Briptu D, Bripda M, Bharaka Y, dan Bharaka J. Tertarik siapa yang mengemudikan kendaraan tersebut pihak kepolisian mengatakan masih mendalaminya.
Aksi Kamisan Semarang, melalui akun Instagram @aksikamisansemarang mengumumkan seruan aksi yang digelar pada Jumat (29/8/2025) mulai pukul 13.00 WIB di depan Mapolda Jawa Tengah, untuk menanggapi peristiwa tersebut menuntut keadilan bagi korban.
Terpantau dari beberapa akun media sosial dan CCTV Dishub di Jalan Pahlawan masa aksi telah sampai di depan Mapolda Jawa Tengah, masa aksi tersebut terdiri dari masa driver ojol, mahasiswa dan masyarakat lainnya, mereka hadir untuk menyerukan kekecewaan, simpati dan empati atas kejadian yang seharusnya bisa dihindari dengan kebijaksanaan petugas dalam mengawal demonstrasi. masa menuntut ditegakkannya keadilan atas kejadian yang menimpa korban Affan Kurniawan.
Bagi warga Semarang yang hendak berpergian, dihimbau untuk menghindari Jalan Pahlawan dan sekitarnya karena arus lalu lintas tersendat akibat adanya aksi ini.