Tak perlu waktu lama, pihak kepolisian telah menangkap para pelaku pembacokan mahasiswa Udinus hingga tewas di depan SPBU Kelud, Semarang. Sebanyak enam pelaku yang berasal dari dua gangster yakni All Star dan Witchsel dihadirkan dalam jumpa pers pada hari Kamis (19/9/2024).
Anggota kelompok All Star yakni, Rico Sandova (23) warga Bulu Lor Semarang Utara, Bagas Rizky (21) warga Gisikdrono Semarang Barat, dan Raden Ricky (20) warga Manyaran Semarang Barat, mereka adalah pelaku utama yang melakukan pembacokan hingga menyebabkan korban tewas.
“Dapat DM (pesan langsung) di Instagram buat 3 lawan 3, minta TKP di jalan Tumpang. Setelah sama rombongan di TKP yang dijanjikan, Witchel tidak ada. Saya pulang ke arah Gunung Pati malah ketemu di Sampangan, ketemu rombongan Witchsel,” ucap pelaku Rico di Polrestabes Semarang, Kamis (19/9/20024).
Saat tawuran berlangsung, korban bersama rekannya melintas di lokasi kejadian dan menjadi sasaran Rico yang sedang mengejar kelompok lawannya, Rico menyabetkan sajam ke korban hingga korban terjatuh dari motor, kemudian pelaku melanjutkan mengejar anggota Witchsel.
“Iya (menyabet korban), ngiranya dia rombongan Witchsel,” ujar Rico.
Usai tersungkur, kedua pelaku lain yakni Bagas dan Raden langsung menghujamkan celurit bertubi- tubi ke tubuh korban yang saat itu sempat meminta ampun.
Pelaku lain dari geng Witchsel019 yang ditangkap yakni Roni Hasim (22) warga Lamper Tengah Semarang Selatan, Bagus Ardhi (22) warga Candisari, dan IB (17) warga Sekaran Gunung Pati.
Kombes Irwan Anwar, Kapolrestabes Semarang mengatakan, atas perbuatan mereka para tersangka dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, dan Undang- undang darurat tentang kepemilikan senjata tajam.
“Ancaman hukuman 20 tahun,” ucap Irwan.